Dikira Sehat, Ternyata Ini Efek yang Dirasakan Tubuh Kalau Makan Telur Setiap Hari, Poin Terakhir Sering Disangka Gara-gara Musim Hujan

Dikira Sehat, Ternyata Ini Efek yang Dirasakan Tubuh Kalau Makan Telur Setiap Hari, Poin Terakhir Sering Disangka Gara-gara Musim Hujan
Dikira Sehat, Ternyata Ini Efek yang Dirasakan Tubuh Kalau Makan Telur Setiap Hari, Poin Terakhir Sering Disangka Gara-gara Musim Hujan
Telur merupakan bahan makanan yang lazim tersedia di dapur dan sering kali menjadi pilihan ketika kebingungan mencari menu makanan. Dengan kandungan nutrisi yang melimpah seperti protein, vitamin B12, biotin, dan lutein, telur sering diandalkan sebagai menu praktis dan bernutrisi. Namun, konsumsi telur setiap hari, terutama dalam jumlah yang berlebihan, dapat berdampak pada kesehatan. Berikut penjelasan dampak dan pandangan ahli terkait konsumsi telur sehari-hari.

1. Efek Samping Mengonsumsi Telur Setiap Hari
Telur mengandung lutein yang dikenal sebagai antioksidan penting bagi kesehatan mata. Nutrisi ini membantu memperlambat penurunan penglihatan seiring bertambahnya usia. Selain itu, protein berkualitas tinggi, vitamin B12, dan biotin dalam telur berperan dalam memperkuat rambut serta menjaga kesehatan kulit. Walaupun demikian, mengonsumsi telur secara berlebihan tetap dapat memberikan efek negatif pada tubuh.

Dampak Konsumsi Telur Berlebihan
1. Peningkatan Kolesterol Telur mengandung sekitar 185 mg kolesterol per butirnya. Batas konsumsi telur yang disarankan adalah sekitar 6 butir per minggu untuk menjaga keseimbangan kolesterol tubuh, terutama jika tidak disertai olahraga rutin. Jika dikonsumsi berlebihan, kolesterol dari telur dapat berakibat pada peningkatan kadar kolesterol dalam darah yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung.

2. Risiko Diabetes Tipe 2 Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur setiap hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Studi ini mengungkapkan bahwa pria yang mengonsumsi telur setiap hari memiliki risiko 55% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, sementara risikonya pada wanita lebih tinggi, mencapai 77%.

3. Memicu Jerawat Bagi beberapa orang, konsumsi telur dapat memperparah kondisi kulit, termasuk jerawat. Meskipun tidak secara langsung menyebabkan jerawat, telur dapat mempengaruhi beberapa individu dengan kulit sensitif sehingga jerawat mereka semakin memburuk.

4. Kenaikan Berat Badan Telur mengandung sekitar 75 kalori per butirnya. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, asupan kalori dari telur dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan, terutama jika tidak diimbangi dengan olahraga. Kandungan lemak pada telur, meskipun sehat, tetap berpotensi menambah lemak tubuh bila dikonsumsi berlebihan.

5. Ketidakseimbangan Hormon Telur non-organik berpotensi mengandung hormon sintetis yang disuntikkan pada unggas. Mengonsumsi telur semacam ini dalam jumlah besar dapat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh, yang pada akhirnya mengakibatkan fluktuasi hormon yang tidak stabil.

6. Alergi Makanan Telur dapat menyebabkan reaksi alergi bagi beberapa orang, terutama pada mereka yang memiliki sensitivitas terhadap protein dalam telur. Oleh karena itu, pastikan telur yang dikonsumsi berkualitas baik, bebas dari retakan, dan disimpan dengan higienis agar terhindar dari potensi alergi makanan.

Kesimpulan
Meskipun telur memiliki berbagai manfaat kesehatan, konsumsi berlebihan tetap harus dihindari untuk mencegah risiko kesehatan jangka panjang. Menjaga konsumsi telur dalam jumlah yang moderat, disertai gaya hidup sehat, dapat membantu memperoleh manfaat telur tanpa risiko kesehatan yang berarti.